14 Oktober 2019 - 06:36
Rahbar Menekankan Pentingnya Melengkapi Kekuatan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam hari Ahad pagi, 13 Oktober, di acara wisuda kelulusan mahasiswa Universitas Imam Husein menekankan perlunya persiapan yang lebih dari sisi defensif dan pencegahan untuk menakuti musuh Allah dan umat Islam.

(ABNA24.com) Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam hari Ahad pagi, 13 Oktober, di acara wisuda kelulusan mahasiswa Universitas Imam Husein menekankan perlunya persiapan yang lebih dari sisi defensif dan pencegahan untuk menakuti musuh Allah dan umat Islam.

Menyoroti kebutuhan untuk melengkapi semua dimensi perangkat lunak dan perangkat keras kekuatan, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut pawai Arbain sebagai salah satu bukti kekuatan nyata. Rahbar menjelaskan, perkumpulan agung jutaan peziarah di jalan menuju Karbala, menampilkan kembali kekuatan dan poros perlawanan Islam.

Rahbar melanjutkan penjelasannya dengan menyinggung bahwa Allah dalam al-Quran memerintahkan untuk memperlengkapi diri dengan semua persenjataan pertahaan, kemampuan operasi dan intelijen yang diperlukan seraya menjelaskan, "Kalian harus dapat meningkatkan kekuatan organisasi dengan membangun organisasi yang kuat, kokoh dan komprehensif, selalu fokus pada peningkatan kekuatan ilmiah dan profesional dan selalu bergerak maju dalam kekuatan taktis dan strategis.

Pasukan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran sepenuhnya siap untuk menghadapi musuh-musuh dengan mengandalkan unsur-unsur hakiki kekuatan, yakni iman, keberanian, pengetahuan pertahanan modern dan teknologi militer serta produksi peralatan canggih.

Kekuatan IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran sebenarnya berasal dari keyakinan agama dan ilahi yang dimanifestasikan di kancah yang menentang kezaliman dan ketidakadilan. Sepah Pasdaran selalu bangga dan epik dalam situasi yang paling sulit dengan semangat revolusioner dan kesyahidan. Lembaga ini telah membuktikan perannya yang membanggakan dalam menghadapi unsur-unsur teroris dan Daesh (ISIS) dengan memanfaatkan kapasitasnya yang luas serta kemampuan revolusioner dan jihadnya.

Itulah sebabnya Pemimpin Besar Revolusi Islam merujuk pada komponen utama dari kekuatan bangsa Iran, menekankan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai institusi yang terhormat dan berkembang, dari sini Rahbar kemudian mengingatkan akan martabat Sepah Pasdaran di dalam dan di luar negara. Rahbar menambahkan, "Amerika dengan muka marah dan murung kepada IRGC, justru semakin menambah kemuliaan pasukan ini, karena permusuhan musuh Allah Swt akan menambah kemuliaan hamba-hamba-Nya."

Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Permusuhan ini, karena keberhasilan dan kemajuan Sepah Pasdaran yang meningkatkan martabat IRGC di mata sahabat dan bahkan musuh."

Faktanya adalah bahwa Korps Garda Revolusi Islam, sebagai bagian dari pertahanan dan militer negara dengan kemampuan tempur dan pencegahan, berdiri menghadapi kebijakan dan tindakan bermusuhan dari pemerintah AS serta tidak mengizinkan kekuatan intervensif untuk menciptakan krisis, perang proksi, dan terorisme yang dapat membahayakan keamanan Iran dan kawasan. Singkatnya, era pemaksaan kebijakan dominasi AS telah berakhir, Amerika Serikat sangat menyadari bahwa Iran memiliki posisi strategis sebagai kekuatan regional dan bahwa strategi militer AS di kawasan itu telah lama dikalahkan dan menemui jalan buntu.

Dalam hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa hari ini Front Kufur, Zionisme dan Amerika Serikat memperlakukan bangsa-bangsa dengan kekejaman dan penindasan dengan menghisap darah bangsa, menebar perang dan malapetaka lainnya. Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Imam Husein as telah menunaikan tugas dengan mengumumkan bahwa melawan penindas dan penindasan adalah alasan kebangkitan dan gerakannya, oleh karena itu Republik Islam Iran menganggap tugas ini juga sebagai kewajibannya, dan menjalankan tugas ini pada setiap kesempatan."

Kata-kata Pemimpin Besar Revolusi Islam, pada kenyataannya, menjelaskan sumber kekuatan hakiki bangsa Iran, yaitu tidak takut kepada musuh dan melakukan kewajiban melawan penindas dan penindasan. Dari sudut pandang ini, Rahbar menekankan, "Kegigihan perlawanan rakyat Iran terhadap Amerika dilakukan atas dasar ini."



/129